Mukjizat Syahadat (Melalui Kajian Numerik Al Quran)

Adalah merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh muslim untuk memahami apa-apa yang terkandung dalam Rukun Iman dan Rukun Islam. Alhamdulillahi rabbil ’aalamiin, telah sangat banyak para ulama dan cendikiawan muslim yang menyampaikan tentang berbagai keutamaan dari beberapa rukun Islam. Misalnya, keutamaan shalat, zakat, puasa dan hajji. Namun, mungkin masih sedikit yang membahas atau menyampaikan tentang keutamaan syahadat. Dan sebagai wujud kepedulian dan berbagi sesama muslim, kami dari pengkaji Al Qur’an melalui pendekatan numerik Al Quran, pun ingin turut berpartisipasi untuk menyampaikan beberapa pemahaman kami yang sedikit, dengan harapan bahwa ternyata betapa pendekatan numerik sebagai padanan pendekatan verbal yang sudah lebih mengkhalayak, dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi perkembangan khasanah ilmu di kalangan ummat Islam.

  1. Rukun Iman dan Islam dan Ka’bah

Sebelum membahas tentang judul di atas, ada baiknya kita telaah terlebih dulu ke 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam. Titik tolaknya adalah melalui penelaahan dari salah satu ayat kauniyah terpenting bagi ummat Islam yakni Ka’bah. Sudah sama-sama diketahui, bangunan tersebut didirikan oleh seorang Bapak Tauhid, nabi Ibrahim as. Secara nomor urut kenabian dari 25 nabi yang wajib diimani, beliau adalah nabi ke 6. Ternyata nilai 6 ini, secara langsung memiliki sebuah korelasi yang jelas dengan bangunan Ka’bah itu sendiri yang berbentuk kubus dengan jumlah 6 sisi. Nilai inipun secara langsung terkoneksi dengan jumlah rukun Iman. Selanjutnya, bila kita kaitkan dengan sistematika nomor urut surat, surat Ibrahim terletak pada surat ke 14. Ke dua nilai pada 14 bila dijumlahkan (1 + 4) adalah 5. Bukankah nilai inipun secara langsung terkoneksi dengan jumlah rukun Islam?.

  1. Makna Simbolik Ka’bah :

Mari kita amati bangunan Ka’bah dengan visualisasi sederhananya :

Ka'bah

  • Satu-satunya ritual yang berhubungan/berhadapan secara langsung dengan Ka’bah adalah Thawaf (berputar mengelilingi Ka’bah).
  • Ada 4 sisi yang di kelilingi, yaitu sisi ke 1,2,3,4. Bila dijumlahkan adalah 1+2+3+4=10.
  • Berarti sisi bagian bawah Ka’bah adalah sisi ke 5 dan sisi bagian atas adalah sisi ke 6.
  • Coba kita urut secara terbalik, dari sisi atas (6), sisi bawah (5) lalu sisi yang di kelilingi/thawaf (10)
  • Substitusi nilai 6 kedalam abjad hijaiyah adalah abjad Ha (ح).
  • Substitusi nilai 5 kedalam abjad hijaiyah adalah abjad Jim (ج).
  • Substitusi nilai 10 kedalam abjad hijaiyah adalah abjad Ra (ر).
  • Ke 3 hasil subsitusi di atas digabungkan : Ha-Jim-Ra: atau dapat membentuk kata (حجر) : HIJR (batu). Bukankah Ka’bah bangunan terbuat dari batu?
  • Surat Hijr (Al Hijr) di Al Qur’an adalah surat ke 15, dengan jumlah 99 ayat (nilai 99 : Asma Ul Husna : simbolisasi dari sebuah kesempurnaan). Nilai 15 + 99 = 114 (jumlah surat dalam Al Qur’an).
  • Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kesempurnaan Iman dan Islam, haruslah berpedoman pada Al Qur’an (sebagai huda linaas, petunjuk bagi sekalian manusia).

Sekarang makin jelaslah makna dari Qs. 2, Al Baqarah 150 :

“Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku Sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.”.

Tentunya makna ayat di atas bukanlah bermakna harfiah, karena bagaimana mungkin dan terlalu amat sederhana bila makna “dari mana saja engkau keluar” dan “di mana saja engkau berada hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram” dimaknai dan dilaksanakan secara fisik sesuai harfiahnya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila semua ummat muslim di seluruh dunia melakukan hal ini sebagaimana makna harfiah nya (masing-masing menghadapkan wajahnya ke Masjidil Haram) di mana dan kapanpun! Sangat tidak mungkin dilaksanakan. Akan tetapi, apabila ayat tersebut dimaknai lebih mendalam, dimana simbolisasi Masjidil Haram (dimana terdapat Ka’bah disana), dan dari uraian numerik di atas, dijelaskan bahwa Ka’bah adalah sebuah simbolisasi dari Al Qur’an, maka sangat jelas maknanya, bahwa dari mana saja kita keluar dan di mana saja kita berada selalulah berpedoman pada Al Qur’an.

  1. Rukun Iman, Rukun Islam dan Al Qur’an :
  • Nilai 6 pada rukun Iman bila dideret hitungkan : 1+2+3+4+5+6=21
  • Nilai 5 pada rukun Iman bila dideret hitungkan : 1+2+3+4+5=15
  • Nilai 6 – 5 = 1
  • Nilai 6 x 5 = 30
  • Perhatikan Al Qur’an anda (dalam hal ini Al Qur’an Mushaf Ustmani Format 18 Baris), Nilai 1 dan 15, ternyata terkoneksi dengan Juz 1 berjumlah 15 Halaman sedangkan nilai 30 dan 21, terkoneksi dengan juz 30 berjumlah 21 halaman.
  • Juz 1 (juz awal/pembuka) dan juz 30 (juz akhir/penutup) menggambarkan bahwa Al Qur’an dari awal sampai dengan akhirnya adalah merupakan pedoman jelas untuk kita memahami tentang rukun Iman dan Islam.
  • Di antara juz 1 dan 30 terdapat 28 juz (juz 2 s.d. juz 29). Bila dikaitkan dengan Ka’bah dengan ritual Thawaf nya yaitu : 7 kali mengelilingi 4 sisi Ka’bah, berarti terdapat nilai 7 x 4 = 28 (jumlah juz di antara juz 1 dan 30).
  • Hal ini menggambarkan bahwa kandungan Al Qur’an adalah demikian dalam dan tingginya, perlu pembelajaran yang intens dan berulang-ulang (layaknya ritual Thawaf). Ritual Thawaf pun menggambarkan bahwa penelaahan kedalaman dan ketinggian Al Qur’an perlu dilihat, dikaji, dari berbagai sisi pandang. Termasuk memperhatikan dan memahami seluruh elemen yang terkandung di dalamnya : baik itu redaksi verbalnya, nomor suratnya, jumlah ayatnya, juz nya, simbol-simbol hurufnya, tanda ruku’ (‘ain) nya, halamannya, barisnya, dst.
  • Nilai numerik dari Ka’bah (ﻛﻌﺒﺔ ) : Kaf (ك)=22, ‘Ain (ع)=18, Ba (ب) =2, Ta Marbutah (ة) =32, berjumlah 74. Qs. 74 adalah Al Mudatsir (Yang Berkemul) dengan jumlah ayat 56.
  • Jelas sekali makna sistematika angkanya : Bahwa Ka’bah (simbol dari Al Qur’an) memiliki kandungan ilmu yang terkemul (tersembunyi/tersirat) di dalamnya. Nilai 56 (jumlah ayatnya) pun ternyata terkait pula dengan rukun Iman dan rukun Islam.
  • Kembali dipertegas kesimpulan sebelumnya, bahwa kesempurnaan rukun Iman dan Islam kita, haruslah berpedoman kepada Al Qur’an, baik itu yang tersurat maupun yang tersirat.
  • Bila kita gabungkan keseluruhan nilai dari Qs. Al Mudatsir (nomor surat dan jumlah ayatnya) yaitu : 7, 4, 5 dan 6, berjumlah 22. Surat ke 22 adalah Al Hajj (rukun Islam ke 5) sebuah isyarat tentang kelengkapan pencapaian ke 5 rukun Islam.
  • Kata Hajj, terdiri dari huruf Ha (ح)= 6 (rukun Iman), dan Jim (ج) = 5 (rukun Islam). Adalah sebuah kewajiban bagi seorang mukmin, bahwa pencapaian rukun Hajj, haruslah diiringi pula dengan kualitas pemahaman dan implementasi dari rukun Iman dan rukun Islam secara utuh. Dengan berpedoman pada Al Qur’an tentunya. Sehingga bukan sekedar pelaksanaan ritual seremonial belaka. Bukankah setelah surat 22 (Al Hajj) adalah 23 (Al Mu’minuun)?. Sudahkan kriteria Al Mu’minuun benar-benar diperoleh setelah kita melaksanakan ritual haji.
  1. Rukun Iman, Rukun Islam dan Sistematika Al Qur’an (Mushaf Ustmani Format 18 Baris) :

Di atas telah dipaparkan bagaimana hubungan antara rukun Iman dan Islam dengan Al Qur’an format 18 baris. Yaitu juz 1 terdiri dari 15 halaman (halaman nomor 2 s.d. 16) dan juz 30 (juz ama) terdiri dari 21 halaman (halaman nomor 465 s.d. 485). Lantas bagaimana dengan jumlah halaman dari 28 juz diantara juz 1 dan 30 (juz 2 s.d. 29)?. Berikut penjelasan sistematikanya :

  • Juz 1 = 15 halaman, nilai 1 ditambahkan dengan 15, atau 1 + 15 = 16
  • Juz 30 = 21 halaman, nilai 30 ditambahkan dengan 21, atau 30 + 21 = 51
  • Lalu nilai 16 dan 51 dijumlahkan, atau 16 + 51 = 67
  • Nilai 67 disubstitusikan ke nomor surat Al Qur’an yaitu Qs. Al Mulk dengan jumlah ayat 30.
  • Nilai 67 kembali dijumlahkan dengan 30, sehingga diperoleh nilai, 67 + 30 = 97
  • Hasil akhir ini (97), dijumlahkan kedua variabelnya, yaitu : 9 + 7 = 16
  • Ternyata nilai 16 ini adalah merupakan jumlah halaman dari masing-masing juz dari juz 2 s.d. juz 29 (28 juz).
  • 97 adalah Al Qadr (Malam yang Mulia), bila hal ini dikaitkan dengan ritual Tadarus dibulan Ramadhan, dimana terdapat malam Lailatul Qadr di dalamnya, jelas sekali terlihat di sini keterkaitan antara proses pencapaian Lailatul Qadr dengan mentadaburi Al Qur’an, dari juz 1 s.d. 30. Dengan kata lain, konteks pemahaman tentang Al Qur’an secara utuh (terkandung di dalamnya tentang pemahaman rukun dan Islam), ternyata berkaitan dengan pencapaian nilai Lailatul Qadr (lebih baik dari 1.000 bulan).
  • Terlebih lagi bila dikaitkan pula bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ke 9 dan ternyata Qs. 9 adalah At Taubah. Jelas bahwa Ramadhan adalah bulan taubah, bulan pembersihan hati. Bagaimana mungkin pencapaian Lailatul Qadr bisa diraih tanpa didahului dengan taubat dan pembersihan hati?
  • Bentuk skemanya adalah :

SKEMA HALAMAN 30 JUZ

Dengan pemaknaan seperti di atas, mari ditelaah kembali Qs. 67 (Al Mulk) 30 Ayat. Bila dijabarkan lebih lanjut, variable pada Qs. Al Mulk menjadi : 6, 7, 3 dan 0, menjadi 6, 7 dan 3. Ke 3 nilai ini dijumlah : 6 + 7 + 3 = 16, atau sama dengan jumlah masing-masing juz. Sehingga masing-masing dari 16 halaman tersebut dimaknakan lebih lanjut, dengan merujuk pada sistematika yang terkait dengan Ka’bah :

  • Nilai 6 terkait dengan 6 sisi Ka’bah (halaman 1 s.d. 6 diartikan sebagai HALAMAN KA’BAH)
  • Nilai 7 terkait dengan jumlah titik sujud (disini dikaitkan dengan rukun ritual shalat yaitu sujud), yaitu : Kepala, Telapak Tangan (kanan dan kiri), Lutut (Kanan dan Kiri), Telapak Kaki (Kanan dan Kiri). Sehingga halaman 7 s.d. 13 (7 halaman) diartikan halaman TITIK SUJUD.
  • Nilai 3 terkait dengan 3 elemen yang terkait dengan Ka’bah. Yaikni : (1) Pintu Ka’bah, (1) Hajarul Aswad dan (1) Tanah Haram tempat berdirinya Ka’bah itu sendiri.
  • Atau dapat diartikan, halaman 14 adalah HALAMAN PINTU KA’BAH
  • Halaman 15 adalah HALAMAN HAJARUL ASWAD dan
  • Halaman adalah HALAMAN TANAH HARAM / DASAR
  • Skema uraian di atas :

08-HALAMAN KA'BAH DAN TITIK SUJUD

Demikianlah sebuah sistematika yang dirujuk dan dituntun sendiri oleh nilai-nilai numerik Al Qur’an. Kita hanya diminta untuk berfikir menggunakan akalnya untuk memperhatikan keterkaitan antara ayat kauniyah (dalam hal ini Ka’bah) dan ayat kauliyah (Al Qur’an). Sehingga dari hasil sistematika tersebut, insya Allah akan menjadi sebuah sistem pemetaan alam atau “blue print” alam semesta (khususnya tentang manusia), dimana dari hasil pemetaan tersebut akan menjadi sebuah sistem baca Al Qur’an yang terpola (Pola Baca Al Qur’an).

Kepentingan dibalik penyusunan sistem pola baca ini, selain untuk peningkatan kualitas diri dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah, juga dalam rangka mendapatkan manfaat praktis sesuai dengan maksud penyusunan pola baca tersebut. Misalnya, untuk mengembalikan fungsi anatomis yang dirasakan terganggu (Al Qur’an sebagai Asy Syifa/Obat) atau untuk menjadi solusi atas berbagai problema yang dihadapi. Hasil dari praktek membaca dengan pola baca tertentu, akan terpancarlah gelombang getar energi Al Qur’an yang selanjutnya akan beresonansi dengan gelombang getar yang ada pada alam semesta termasuk diri manusia itu sendiri, sehingga terjadi penataan ulang atau pelurusan kembali apabila terjadi ketidak selarasan.

Mukjizat Syahadat

Setelah paparan numerik di atas, lantas bagaimanakah konektifitas keseluruhan paparan tersebut dengan mukjizat syahadat ?

Mari kembali kita perhatikan ke 6 rukun iman :

(1) Iman kepada Allah, (2) Iman kepada Malaikat, (3) Iman kepada para Nabi, (4) Iman kepada Kitab. (5) Iman kepada takdir baik dan buruk (6) Iman kepada Hari Akhir. Dari ke 6 rukun tersebut, ada 5 rukun yang berada dalam “wilayah ghaib” yaitu : Allah (Maha Ghaib), Malaikat, Nabi (sudah wafat semuanya), Takdir dan Hari Akhir. Hanya ada satu yang tidak berada dalam wilayah ghaib yaitu rukun ke 4 (iman kepada kitab), yang seluruhnya sudah disempurnakan pada kitab ke 4 (Al Qur’an). Karena sampai dengan saat ini, Al Qur’an sangat jelas keberadaanya, bisa dibaca, dipelajari, dipahami kapanpun dan dimanapun. Artinya, disini terlihat jelas sebuah pesan, bahwa untuk benar-benar memahami ke 5 rukun lainnya, Allah telah menyediakan Al Qur’an sebagai pedomannya.

Selanjutnya mari kita telaah 5 rukun Islam :

(1) Syahadat, (2) Shalat, (3) Zakat, (4) Puasa, (5) Haji. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa Al Qur’an adalah pedoman hidup bagi manusia. Terlebih mengenai, pelaksanaan ritual 4 rukun Islam : Shalat, Zakat, Puasa dan Haji, yang seluruhnya jelas perintah dan tata caranya di Al Qur’an. Akan tetapi, “anehnya”, mengapa membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an tidak termasuk dalam rukun Islam ?. Padahal di situlah kunci pemahaman atas rukun-rukun tersebut ?. Ada maksud apakah dibalik ini semua ?.

Ternyata… seperti uraian rukun Iman di atas, dimana keutamaan Al Quran terlihat jelas di sana, pada rukun Islam pun terjadi hal yang sama. Yaitu pada rukun pertamanya : Syahadat. Yaa… pada syahadat lah terdapat sebuah pesan tersirat yang teramat sangat penting. Yaitu pesan untuk membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an. Syahadat bukanlah sekedar ucapan kesaksian yang hanya diucapkan secara formalitas saja. Akan tetapi, harus diiringi pula dengan tindakan kongkrit yaitu membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an.

Karena…. bagaimana mungkin kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, kalau firmanNya saja jarang atau bahkan tidak pernah dipelajari dan dipahami. Dan bagaimana mungkin kita bersaksi bahwa Muhammad saw adalah sebagai utusan pembawa risalah Allah, kalau risalah yang beliau sampaikan, tidak dipelajari dan dipahami. Bukankah hanya orang-orang non muslim lah yang merasa tidak perlu untuk membaca dan mempelajari Al Qur’an?. Sehingga ketika ia terhidayahi untuk masuk Islam maka diwajibkanlah baginya untuk bersyahadat. Dihubungkan dengan pemaknaan Syahadat dan Al Qur’an, maka disitu pulalah kewajibannya untuk segera mulai mempelajari Al Qur’an sebagai kitab pedoman hidupnya sebagai muslim. Lantas bagaimanakah dengan para muslimin dan muslimat yang sudah terlahir dengan ke Islamannya? Sementara ritual mempelajari Al Qur’an nya masih minim atau bahkan tidak pernah sama sekali ? Sejauh manakah nilai dan kualitas Syahadatnya di mata Allah?

Rasulullah pun berpesan bahwa Shalat adalah sebagai tiang agama, dan bagi yang meninggalkannya berarti sama saja dengan meruntuhkan agama. Bila dikaji lebih dalam, layaknya akan mendirikan sebuah tiang, makin menjulang tinggi tiangnya tentu semakin dibutuhkan pondasi yang kuat. Artinya, bila Shalat diperumpamakan sebagai tiang, apakah pondasinya? Sederhana saja, lihatlah rukun Islam sebelum shalat, yaa.. ternyata syahadatlah pondasinya, ilmu Al Qur’an lah pondasinya. Insya Allah, semakin baik pemahaman kita akan Al Qur’an maka akan semakin baik pula kualitas Shalat kita. Termasuk, kualitas zakat, puasa dan haji kita.

Nah, dari paparan di atas, dari point 1 s.d. 4, jelas sekali bukan?, bahwa yang dimaksud mukjizat syahadat disini adalah mukjizat Al Qur’an. Berhubung Al Qur’an diturunkan untuk manusia dan karena manusia merupakan bagian dari alam semesta yang diberikan amanah untuk memeliharanya (manusia sebagai khalifah fil ardh), sangatlah pantas manusia itu sendiri yang harus secara intens mempelajari, memahami dan membacakan Al Qur’an (sebagai buku pedoman dalam melaksanakan emban amanah sebagai khalifah tersebut). Pada akhirnya, dari berbagai pendekatan tersebut di atas semuanya akan bermuara pada satu tujuan yang utama, yaitu untuk lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah swt.

Demikianlah sedikit uraian kami tentang Mukjizat Syahadat (Mukjizat Al Qur’an). Mari kita tingkatkan nilai syahadat kita dengan meng iqra’, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al Qur’an.

Niesuh Lufiays

(baca nama ini dengan arah layaknya membaca tulisan Arab yaitu dari arah kanan ke kiri)

by : http://www.belajarnumerikalquran.wordpress.com

Design minimalis

Design minimalis

Dengan Pekerja yang handal dan Manajemen yang Professional, kami mampu menangani anda dengan sigap dan terarah, memahami anda dan keinginan anda, dan merealisasikannya dalam bentuk ruang.

Daya Cipta menjadi nilai lebih kami, yang sanggup menampung keinginan anda mendapatkan desain dan hasil karya yang eksklusif, dengan penanganan yang persistent, kami mendekatkan diri pada anda sehingga kami dapat mendalami keinginan anda yang sebenarnya.

Kultur yang mengakar kuat mampu menjadikan kami tetap ada dan dipercaya, dengan mengusung beberapa nilai tambah :

1. Harga yang Wajar
2. Desain yang dinamis
3. Pemasok yang handal dan dapat dipercaya
4. Pekerjaan yang didasarkan pada Hasil yang memuaskan

Jangan ragu untuk menghubungi kami sekarang juga, dan dapatkan hasil maksimal dengan waktu anda yang terbatas, karna kami menghargai waktu anda yang berharga.

Totalitas dan waktu pengerjaan yang tidak terlalu cepat terbukti mampu memberikan hasil yang maksimum, kini ruang tamu saya memiliki suasana yang nyaman dan tepat-guna sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga” www.Indoexin.com
Design minimalis

Tidak hanya terkesan apik, tapi kami juga melihat dari sudut pandang kegunaan dan manfaat, sehingga memperkecil kemungkinan untuk timbul perasaan percuma dan sia – sia.

Dengan pendekatan yang memadai, anda dapat mendiskusikan keinginan anda dengan kami, kami bertanggung jawab mengakomodir keinginan anda menjadi konsep yang tertuang dalam desain, dan menjadikannya nyata, eksklusif untuk anda.

Semua kebutuhan interior ruangan dapat anda temukan disini, dengan konsep one stop service, kami percaya diri untuk menjadi solusi bagi kebutuhan anda

Rumah lembap bukan berarti seluruh rumah yang lembap. Kelembapan biasanya terjadi hanya pada beberapa bagian rumah, antara lain pada bagian:

inilah salah mengapa kami ada , dan kami memperhatikan hal hal terkecil

    Kelembapan Atas (Plafon). Terjadi karena air hujan pada genteng yang bocor, mengalir melalui kuda-kuda, dan merembes ke plafon. Atau bisa juga dari talang penampung yang sudah tua atau bocor, sehingga saat hujan, ia tidak mampu maksimum menampung air. Cara mudah untuk memeriksa kebocoran atap adalah naik ke atas plafon siang hari, lalu amati sinar yang memancar dari atas atau atap rumah.
    Kelembapan Tengah (Dinding). Kelembapan pada dinding rumah lebih bersifat merata dan sulit diperbaiki. Biasanya terjadi terus-menerus, bukan di musim hujan saja. Penyebab utamanya karena kualitas material plesteran bangunan jelek. Hal ini berlaku pada dinding bagian luar maupun dinding bagian dalam. Untuk mencegah ini, Anda perlu mengawasi pengerjaan rumah saat dibangun. Penggunaan air comberan akan membawa serta bakteri dan jamur pada dinding rumah. Akibatnya, bila terjadi rembesan air, kelembapan akan cepat dan mudah terjadinya.
    Kelembapan Bawah (Lantai). Penyebabnya terjadi secara terus-menerus. Hanya saja kelembapan pada lantai lebih ke arah struktur bangunan seperti pondasi dan sloof (semacam balok beton bertulang di atas pondasi dan menghubungkan seluruh bagian bawah kolom). Lagi-lagi campuran material struktur yang tidak baik menjadi penyebab utamanya. Apalagi bila tidak dilindungi dengan bahan kedap air, kontak langsung dengan tanah akan mempermudah terjadinya rembesan ke dalam struktur tersebut, yang akhirnya mencapai permukaan lantai.

Atasi kelembapan:

    Pilih bahan baku rumah secara selektif. Minimalkan penggunaan kayu karena di kayulah jamur leluasa hidup dan berkembang biak.
    Dari sisi interior, perhatikan kolam hias atau ornamen yang memadukan unsur air, seperti air mancur, aliran air di kaca yang membias. Interior ini bisa membantu terjadinya kelembapan.
    Perhatikan bahan interior kayu terutamajenis particleboard. Bahan ini adalah jenis kayu dari campuran serbuk kayu yang dioven dengan campuran lem, dan biasanya digunakan sebagai bahan perabot, seperti kitchen set ataupun lemari, terutama perabot yang sudah jadi atau build in pabrik (bukan ditempa). Secara teknis, bahan ini tidak terlalu berbeda dengan bahan kayu lainnya. Cuma lebih rentan terhadap air dan lebih cepat lembap dan berjamur.
    Maksimalkan masuknya cahaya matahari ke dalam ruang, juga teraturnya sirkulasi udara yang memenuhi syarat sebagai cross ventilation.
    Perhatikan masalah plumbing atau pemipaan dari sumber air menuju kran yang ada di tiap kamar mandi dan dapur yang selalu dipasang di dalam dinding. Pastikan sambungan pipa dicek terlebih dahulu, apakah bocor atau tidak, sebelum ditutupi plester.

Kurangi kelembapan. Bila kondisi kelembapan cepat diketahui dan belum menjalar lebih dari 30 cm ke atas, bisa diatasi, walaupun bersifat sementara. Caranya, oleskan bahan waterproofing pada bagian dinding yang lembap. Namun bila kelembapan sudah parah dan berlangsung lama, apalagi dibarengi dengan munculnya bercak jamur, satu-satunya cara adalah dengan melakukan hal sebagai berikut:

    Bongkar atau kerok seluruh plasteran dinding yang lembab dan sudah berjamur. Sebaiknya dilakukan pada kedua sisi dinding.
    Ganti plesteran tersebut dengan campuran yang benar yakni 1 : 3 ( semen: pasir).
    Kalau Anda punya dana lebih, campurkan pada air plesteran tersebut adukan bahan kedap air (aquaproof) yang banyak terdapat di toko bangunan.
    Tunggu plesteran kering benar (2 minggu) untuk selanjutnya dilakukan pengacian atau diplamir dan diakhiri dengan pengolesan bahan water proofing.
    Gunakanlah cat antijamur yang banyak dijual di pasaran. Walaupun sedikit mahal, namun cukup ampuh mengurangi terjadinya kelembapan dan jamur.
    Bila kelembapan dan rembesan terjadi di dinding luar rumah, gunakan cat minyak atau cat yang kedap air minimal 1,5 meter dari lantai. Baru setelah itu dicat dengan cat yang diinginkan.

Perawatan. Hati-hati dalam mengepel lantai. Usahakan untuk tidak mengenai kaki perabotan yang ada, terutama perabotan yang berbahan dasar kayu. Sentuhan kain pel basah yang terjadi terus-menerus, akan membuat kaki perabot lembap dan pada akhirnya akan memicu timbulnya jamur. Bila jamur sudah mulai terlihat, pertanda kerapuhan mulai terjadi. Bila itu terjadi, Anda memiliki cara yang cepat dan sangat sederhana untuk mengatasinya. Yaitu dengan menyemprotkan obat antinyamuk.

Kesan mendalam pada model Vintage mempengaruhi mood dan memori anda pada masa lalu, mampu menghadirkan suasana tenteram dan flashback ke masa dimana furniture menggunakan kayu solid dan pasak kayu

jadi jangan ragu jika anda memilih kami sebagai pedamping anda untuk menjaga, mewujudkan, mengilhami anda , dimanapun anda berada

Membuka usaha cincin kawin dan pesantren

saya selalu mengidamkan membuak pesantren yang mempunyai tema para santriku sekeluarnya dari pesantren bisa menjadi pengusaha dengan dasar agama yang kuat

hari ini tanggal 16 april 2014 saya menancapkan niat yang akan saya realisasikan menjadi kenyataan, membuat sebuah pesantren yang sudah saya tetapkan posisinya di daerah jakarta , dengan bermodalkan rumah pinjaman dari om kawan saya yang benar - benar saya akan manfaatkan menjadi tempat usaha dan menjadi pesantren yang akan saya dirikan, jujur saya bukanlah seorang ustad yang mengerti agama . tapi saya seorang wirausahawan yang ingin sekali menjadikan para usahawan yang benar benar mempunyai pondasi yang islami

saya rasa dengan saya menulis sebuah blog yang kemungkinan di baca oleh 1 orang atau lebihsemoga dengan inisiatif saya dari tulisan ini akan banyak dari teman teman yang bisa ikut berpartisi pasi dalam mengembangkan agama dan dunia usaha, di kepala saya sekarang saya akan mempersiapkan mati saya dengan banyak meninggalkan kebikan semoga allah membukakan jalan buat saya dan para inisatif yang akan bergabung…

ya allah jadikan kami orang orang yang bermanfaat dalam hidupkami , dan sukseskan kami di dunia dan diakhirat, saya juga membuka bagi para pengusaha yang ingin bergabung baik yang sedang merintis atau yang sudah berjalan untuk bersama sama mencari tiket keridhaan allah swt . entah sampai kapan hidup kita ini akan berakhir..

yang saya tahu saya hanya mengajak para pembaca blog saya agar bisa membantu memperjuangkan agama dan tetap membentuk sebuah kelompok dalam berusaha.. memanggnya hanya orang 2 non muslim saja yang bisa sukses , bagai mana dengan kita.

tempat kedudukan saya sekarang berada di bucit dekat dengan mampang, bagi yang ingin bergabung monggo silahkan bisa datang atau menelphon saya langsung di 081290000475 , ayo kita bangun pesantren dan usaha bersama dengan bermacam macam bidang . masalah tempat alhamdulilah saya sudah dipinjamkan kan sebuah rumah yang lumayan besar untuk kita jadikan tempat berkumpul , oia perkenalkan saya kistiawan saya berusaha dalam bidang perhiasan khususnya pembuatan cincin kawin saya memasarkannya secara online dan ofline , semoga niat baik kita untuk menjadikan wadah usaha dan pesantren bisa teralisasi .

mohon untuk doanya bagi para pembacayang membaca tulisan saya ini saya harap jangan pernah putus asa dalam melakukan apapun yang bisa membuat perubahan dalam diri kita, baik didunia dan diakhirat ..

“ya allah saya mohon kepadamu jadikanlah saudara saudara muslim saya menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat amin .. amin ..amin ya allah”

saya akan mengadakan hataman alquran bersama teman teman saya pada tanggal 18 april 2014 dan bagi yang ingin bergabung kami persilahkan .

setelah mengadakan hataman alquran kita berdoa kepada allah swt untuk mengijabah semua permintaan kita yang baik baik. semoga allah mengabulkannya dengan segera

http://wwwpabrikcincinberlian

Merawat Mutiara

Semua pasti tau apa itu mutiara ? mutiara itu suatu benda keras yg diproduksi didalam jaringan lunak dari moluska hidup. mutiara terdiri dari kalsium karbonat dalam bentuk kristal yg telah disimpan dalam lapisan-lapisan konsentris.

Mutiara sangat mahal harganya kalau dijual dan dijadikan perhiasan sangat bagus untuk dunia fashion. Mutiara juga bisa dihancurkan dan digunakan dalam kosmetik, obat-obatan, atau dalam formula cat.

Sebuah mutiara alami terbentuk tanpa intervensi manusia sama sekali, dialam liar, dan sangat jarang terjadi. Kira-kira ratusan kerang mutiara harus dikumpulkan dan dibuka dan dengan demikian dibunuh, hanya untuk menemukan satu mutiara liar, dan selama berabad-abad itulah satu-satunya cara memperoleh mutiara. Ini adalan alasan utama mengapa mutiara termasuk sangat berharga.

Nah ini tips untuk para pecinta perhiasan mutiara biar tetap bagus ,cantik dan indah. Berikut tipsnya:

  1. Kenakan perhiasan mutiara untuk acara-acara penting dan tepat. Jangan menggunakannya saat ingin berenang.kandungan yg terdapat di dalamair kolamrenang dapat merusak lapisan mutiara.
  2. Jauhkan perhiasan mutiara daricairan kimia apapun (parfum, alkohol, lotion, dll) karena akan berpengaruh pada cahaya mutiara dan dapat merusak kuliat mutiara itu sendiri.
  3. Hindarkan perhiasan dari benturan benda tajam dan goresan/gesekan dari benda tajam lainnya.
  4. Jangan menggunakan perhiasan ketika sedang melakukan aktivitas rumah tangga atau berolahraga. Karena dapat mengakibatkan perubahan warna logam.
  5. Jangan menggunakan sikat atau kain kasar ketika membersihkan perhiasan mutiara, karena dapat merusak lapisan rhodium.
  6. Dan jangan menggunakaan kimia celup untuk perak, produk yg berbasis amonia, pasta gigi, kain polishing untuk membersihkan perhiasan mutiara.

Sekian artikel tentang tips merawat mutiara untuk hari ini semoga bermanfaat yaa…terimakasih.

by

http://cincinkawinpaladium.blogspot.com